Wisuda Santri Kelas 12 PPM MBS Pleret Meluluskan Penghafal Al-Qur’an 11 Juz

bareng

Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Pleret mewisuda santri kelas 12 angkatan keduanya pada Sabtu, 10 April 2021. Wisuda ini diselenggarakan di masa pandemi covid-19 dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
Rangkaian kegiatan prawisuda santri ini berlangsung sejak tanggal 2 sampai dengan tanggal 10 April 2021. Kegiatan ini diawali dengan Ujian Tahsinul Qur’an (Al-Mubin) dan Ujian Tamyiz (metode terjemah Al-Qur’an & kitab kuning) pada Jumat 2 April 2021.

Metode Al-Qur’an yang menjadikan PPM MBS Pleret berkarakter, berbeda, dan unik dibanding pesantren lain di Yogyakarta. Hal ini karena metode Al-Mubin dan metode Tamyiz mengunakan nyanyian dalam penyampaiannya. Metode ini memudahkan santri menerima materi yang diberikan baik dalam tahsin Al-Qur’an maupun terjemah Al-Qur’an.

Ujian di hari berikutnya (03/04) dilanjutkan dengan kegiatan ujian kema’hadan, materi yang diujikan terdiri dari ibadah toharoh, praktik sholat, zikir, dan doa-doa harian. Ujian praktik ini diselenggarakan dalam rangka menilai dan mengoreksi materi kepesantrenan santri kelas 12, sebelum diluluskan dan beraktifitas ibadah di tengah umat. Materi ibadah harian ini sangat penting dikoreksi agar menghindari ikhtilaf (perbedaan) dengan ulama Muhammadiyah maupun terkhusus dengan Nabi Muhammad SAW, karena perbedaan akan selalu menjadi akar masalah dari terpecah belahnya umat.

Kegiatan prawisuda PPM MBS Pleret diakhiri dengan Ujian Tasmi’ (07/04) dan Ujian Tahfidzul Qur’an (08/04). Ujian Tasmi’ tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, panitia wisuda santri mengonsep ujian dengan meminta santri menyetorkan hafalan satu kali duduk, yang artinya tidak ada pengulangan setoran ataupun penambahan setoran hafalan. Sehingga persiapan hafalan santri jauh-jauh hari harus dipersiapkan dengan matang. Walhasil target 3 Juz yang dicanangkan pesantren pun bukan perkara mudah untuk diraih dan memberikan kesan istimewa dimata santri, karena bukan kuantitas hafalan yang dicapai tetapi kualitas hafalan.

Santri atas nama Ritmaratri Amru M mencatat hasil terbaik dengan pencapaian 2 Juz 4 lembar selama 2 jam 9 menit waktu setoran, dan dari 11 Juz hafalan harian yang sudah dihafalkannya. Sedangkan ujian Tahfidzul Qur’an di hari berikutnya, diujikan 6 pertanyaan sambung ayat disetiap juz yang sudah disetorkan. Ujian ini diuji langsung oleh Badan Pembina Pesantren Bapak Fathul Mubin, S.Ag dan Direktur PPM MBS Pleret Ustadz Kamiludin, M.Pd. (Sulaiman)

Bagikan :