Ratri; Alumni MBS Pleret Peroleh Beasiswa Tahfiz UMY

WhatsApp Image 2021-10-26 at 15.39.17

Terlahir dari keluarga sederhana tak menyurutkan semangat bagi perempuan satu ini untuk mengejar mimpinya. Itulah hikmah yang bisa diambil dari kisah perjalanan Ritmaratri Amru Mahestri, alumni MBS Pleret angkatan kedua. Kak Ratri, biasa ia disapa merupakan santri MBS Pleret angkatan kedua asal Sleman yang kini tengah menempuh studi lanjut di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Tak terbayangkan bagaimana perasaanya ketika ia terpilih menjadi salah satu penerima Beasiswa Tahfidzul Quran dari UMY. Inilah sepenggal kisah perjalanan Ratri ketika menjadi santri MBS Pleret hingga memperoleh Beasiswa Tahfidzul Quran.

Ratri memahami arti perjuangan yang sesungguhnya ketika menjadi santri. Baginya ada banyak hal yang bisa ia dapatkan ketika di pesantren, seperti belajar mandiri, pembentukan karakter, dan kepribadian akhlak mulia. “Hidup di pesantren itu asyik, apalagi di MBS Pleret kita belajar mandiri dan mengetahui arti perjuangan yang sebenarnya. Pesantren adalah tempat yang tepat untuk pembentukan karakter, kepribadian, serta diajarkan supaya berakhlak baik,” kata Ratri.

Good habbits, itulah kata yang mewakili untuk menggambarkan bagaimana kebiasaan-kebiasaan baik selama di pesantren membekas hingga sekarang di hidupnya. “Kebiasaan baik yang sudah di tanamkan dalam diri kita selama mondok itu kebawa sampai ke rumah. Seperti, sholat lima waktu, sholat sunnah, menghafal Al-Quran, dan lain sebagainya. Selama di rumah aku melakukan kegeiatan itu tanpa beban. Jadi sudah tidak merasa berat karena sudah terbiasa,” imbuhnya.

Ratri juga berbagi cerita bagaiamana ia dalam menghafalkan Al-Quran hingga bisa diterima di UMY melalui jalur beasiswa Tahfidzul Quran. “Suka duka menghafalkan Al-Quran pasti ada, namun bagaimana kita menyikapinya saja. Apakah mau menyerah atau tetap lanjut? Baginya yang terpenting adalah memperkuat niat dan rutin murajaah kalau ingin menghafalkan Al-Quran,” cerita Ratri.

Ratri menuturkan sempat tidak ada niatan untuk mendaftar ke UMY melalui jalur Beasiswa Tahfidzul Al-Quran, namun ternyata Allah SWT punya rencana terbaik untuk dirinya. Setelah melalui beberapa tahapan proses pendaftaran, akhirnya ia pun diterima dengan Beasiswa Tahfidzul Quran di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Mimpi untuk bisa menempuh pendidikan tinggi pun terwujud. Terlahir dari keluarga sederhana bukanlah suatu halangan untuk bisa meraih impian dan itulah jalan yang kini ia tempuh. Itulah sepenggal kisah, Ratri si Hafidzah dari MBS Pleret yang memperoleh Beasiswa Tahfidzul Quran. (Wahyu)

Bagikan :